30 Nopember 2012

19:51

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً –

Setiap Mukmin pasti mengenal shalawat, paling tidak ketika melaksanakan ibadah wajib sholat telah membaca shalawat, Allah berfirman dalam surat al ahzab:56 :” Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya bershalawat (Yushalluna) untuk nabi.Hai orang beriman,bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam kepadanya ( wasallimu tasliima)”.(al Ahzab :56)

Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk bershalawat kepada nabi dan Allah sendiri menyebutkan DIRINYA bershalawat.Padahal ketika Allah memerintahkan untuk sholat kepada hambaNya, tidak menyebut Dirinya (Allah) Bersholat, demikian juga dengan perintah Haji, Allah tidak melakukan haji Tentu ada makna tersembunyi ( eseoteris ) dibalik makna lahiriah Shalawat.

Tulisan berikut sedikit memaparkan tentang makna esotris pada shalawat yang diambil dari berbagai sumber tulisan ulama terdahulu , dimaksudkan untuk memberi dorongan dan semanggat bagi saudaraku yang mengamalkannya

Syeich Yusuf ibn Ismail al Nabbani(semoga Ruhnya dirahmati),dalam kitabnya “afdhal ash shalawat ‘ala Sayyid as sadat.(telah diterjemahkan versi Indonesia) Menulis : kata Shallu berasal dari akar kata Shallah ( bentuk tunggal dari shalawat) berarti menyebut yang baik,ucapan yang mengandung kebajikan,doa dan curahan rahmat. Ibnu Abbas, (semoga Ruhnya dirahmati) mengartikan:Yushallun (bershalawat) artinya Yubarrikun (memberi keberkahan) dan barakah atau keberkahan berarti bertambah dan berkembang,sebagian besar mufasir (ahli tafsir ) tak berbeda pendapat dalam memahami ayat ini.Yaitu shalawat Allah kepada rasul berupa limpahan rahmat,keberkahan dan anugerah Allah,shalawat malaikat berupa permohonan agar Allah memberi derajad yang tinggi dan dicurahkan maghfirah (ampunan).Shalawat orang mukmin berarti permohonan agar Allah memberi rahmat dan kesejahteraan Nabi dan keluarganya.

Allah SWT, berfirman: “Mereka itulah yang mendapat shalawat dan rahmat dari Allah Tuhan mereka,dan mereka itulah orang yang mendapat petunjuk.(al Baqoroh :157 )Terlihat bahwa kata Rahmat dan shalawat terpisah,Syeikh Yusuf menukil perkataan Hakim al Tirmidzi;bahwa shalawat mempunyai makna lebih, yang tidak dimiliki oleh rahmat.Rahmat bisa berupa karunia Tuhan kepada seorang hamba,kemudian karunia itu dicabut darinya karena ia berbuat dosa.Shalawat dimaknai oleh Syeikh Hakim altirmidzi Rahimullah; apabila Allah memberikan shalawatNYA kepada seorang hamba,maka ia (si hamba) berhak atas karunia setiap grerak dan keadaannya sejak ia mendapatkan sampai tiba di pintu sorga.jadi tak di cabut dalam kondisi tertentu.

Seorang nabi adalah hamba yang dijamin keselamatanya, diampuni semua dosanya baik terdahulu dan yang akan datang, sehingga apa fungsinya shalawat kita untuk nabi? Padahal Allah dan malaikat juga telah bershalawat keapada nabi.

Imam Fakhr al Razi rahimaullah menjawab : “Shalawat atas nabi bukan karena beliau membutuhkannya, namun semua itu demi kebesaran dan keagungan nabi saw,sebagaimana Allah mewajibkan kita berdzikir menyebut Nama Allah,padahal pasti DIA tidak membutuhkan.

Al Hafizh al Sakhawi menjelaskan : ayat diatas ( al ahzab:56 ) menunjukan bahwa Allah memberi tahu para hambaNYA mengenai kedudukan nabi disisiNYA.DIA memuji beliau dihadapanpara malaikat.Lalu malaikat yang bershalawat untuk beliau,setelah itu Tuhan memerintahkan penduduk bumi untuk bershalawat dan memberikan salam kepada beliau,sehingga sanjungan penduduk langit dan bumi untuk beliau terkumpul menjadi satu.

Demikian pula Seikh Ibn Qayim rahimaullah,Berpandapat : “Jika Allah dan para malaikatNya saja bershalawat kepada Nabi,kalian juga harus bershalawat kepadanya.Sudah semestinya kalian memanjatkan shalawat dan salam kepada nabiullah, karena kalian telah mendapatkan berkah risalah yang diembannya dan telah diberi kabar kembira oleh makluk yang paling mulia di dunia dan akhirat”.Dengan kata lain shalawat kita juga merupakan bentuk syukur atas segala jasa nabi yang telah menuntun kita ke jalan kebenaran serta menyebut keistimewaan dan jasabeliau untuk di jadikan panutan dalam kehidupan.

Demikianlah bershalawat mengandung makna yang dalam , tentunya akan memberi dampak positif bagi sipelaku atau pengamal shalawat ,Sudah tidak ragulagi bagi kita yang mempercayai,untuk mengamalkan shalawat di setiap waktu atau waktu waktu tertentu.

Selanjutnya dalam perkembangannya, para ulama kasyf ,mengembangkan berbagai redaksi amalan shalwat sesuai dengan pengalaman spiritualnya serta hikmah yang telah dikaruniakan dariNYA.Dan sampailah kepada kita beberapa amalan shalawat misalnya;shalawat munjiyat, shalawat khitab, dan lainnya.Beberapa bacaan shalawat telah kami sertakan di blog ini atau silahkan buka di halaman Amalan Doa dan zikir……………. Wa Allohu ‘alam…..