RUH –QALB – NAFS – AQL

Sunday, April 13, 2014

4:13 AM

Pelajaran tentang bagian bagian tubuh dan hubungan satu dengan lainya sering di istilahkan anatomi tubuh manusia.saya memberi judul catatan saya; anatomi spiritual untuk memudahkan mengingat dan pengertian saya tentang ruh ,hati (qalb ),nafs, akal, dan anggapan saya, itu semua bagian bagian yang tak terlihat (spiritual) dari manusia .Istilah istilah tersebut penting dan sering disebut oleh ulama ulama tasawuf.

para ulama sering memasukakan kajian hati, kedalam kajian akidah, karena persoalan tersebut mengandung dimensi perkara gaib.Sedangkan penjelasan perkara gaib harus merujuk syar’i.Meskipun kita tidak melihat ruh, akal, jiwa, qalb,namun setiap diri kita mersakan keberadaanya, sebagaimana kita bisa merasakan pengaruhnya.Oleh karena itu memahami istilah tersebut perlu bagi pemempuh jalan menuju ILLahi.

Pengalaman pribadi manusia memiliki andil yang besar dalam mendifinisikan pesoalan pesoalan tersebut oleh karenanya fokus pembahasan ini menjadi komplek dimana akidah , tasawuf dan pengalaman intelektual saling tumpang tindih.Hanya muslim yang berilmu yang bisa mendudukan segala persoalan diatas porsinya,karena ia diatas cahaya dari Tuhan.

 

Akidah dalam islam berkaitan erat dengan masalah menggapai hakekat,penghayatan spiritual dan perjalanan menuju Allah.membicarakan ketiga masalah ini secara spesifik harus dituntaskan melalui disiplin ilmu lain.Oleh karenanya kita sering pembicaraan tentang ruh,hati jiwa dan akal diantara kitab akidah dan tasawuf.Dan disiplin ilmu tasawuf mampu membahas secara tuntas permasalahan ini,Sedangkan ilmu akidah sangat pelik sehingga sulit bagi manusia biasa untuk memahami permasalahanya.Banyak subtansi permasalahanya luput dari jangkauan kaum muslimin,(Syeikh said Hawwa ).

Catatan saya ini mengutip berbagai tulisan ulama antara lain :”Tarbiyatuna Ar ruhiyah “; Syeikh Said Hawwa. “Ihya ‘ulumuddin”;Syeikh Imam Al Gazali.”Exsikopedia Tasawuf “;Team UIN Syarif Hidayatullah.

Mudah mudahan secuil catatan ini bermanfaat pagi penempuh mencari keridhaan Allah mengantar mendalami ilmu Allah yang maha luas tiada bertepi dan tak seorangpun bisa memahami tanpa cahaNYA tanpa RidhaNYA tanpa IzinNYA.Bila ada kekeliruan dalam catatan ini semata mata kebodohan saya dan apabila ada manfaat tentu hanya karena curahan CahaNYA merembet ke qalbu para hambaNYA,dan sama sekali bukan kepintaran saya.Ternyata memang saya tak pernah jadi pintar.semoga Allah mengampuniku .wa Allohu a’lam

 
 

AR RUH.

 
 

Syeikh Sa’id Hawwa menukil Hujatul islam Al Gazali ,menulis dalam kitabnya Tarbiyatuna Ar Ruhiyah,bahwa Ar ruh mempunyai 2 makna;

 
 

  1. Makna pertama adalah NYAWA;alat jasmani yang halus bersumber dari rongga hati inderawi ( jantung) ia menyebar dengan bantuan urat yang berdenyut ke seluruh anggota badan.Ia mengalir di dalam badan dan mencurahkan cahaya kehidupan,perasaan, penglihatan, pendengaran dan inndera penciuman.

    Kehidupan diibaratkan cahaya yag bersumber dari lampu.Curahan cahaya kehidupan itu seperti lampu yang menyinari setiap sudut rungan.Ruh inilah yang dimaksud dalam firman Allah :

    قُلِ رُوحُ مِنْ أَمْر رَبِّي

 
 

” Katakan Ruh itu termasuk urusan Tuhanmu “(al Isro’:85)

 
 

Ia adalah urusan Tuhan yang kebanyakan akal dan pemahaman tidak sanggup menemukan hakekatnya.

 
 

  1. Makna yang kedua, RUH adalah kehalusan ruhani yang ada pada manusia, berfungsi mengetahui dan memahami.

    Jika para dokter menyebut ruh, maka yang mereka maksud adalah nyawa dan bila menyebut hati berarti Jantung (Heart) .Dan inii tidak menjadi objek pembahasan kita,karena masalah ini berkaitan dengan tugas para dokter yang mengobati tubuh.

     
     

     
     

AL QALB – HATI

 
 

Memiliki dua makna

  1. Makna pertama adalah sepotong daging bentuknya seperti pohon penuh cabang,letaknya di bagian kiri dada (yakni jantung) lazim dalam bahasa ingris disebut Heart..Didalamnya terdapat rongga.Rongga itu berisi darah berwarna merah kehitaman dan merupakan sumber ruh atau kehidupan.Hati dalam makna ini adalah sumber atau pusat peredaran darah.Gambaran dan pejelasan detail mengenai hati, kita temukan dalam anatomi .Hati seperti ini (jantung ) terdapat pula pada bangsa binatang dan hati dalam arti ini berhubungan dengan dunia fisik material.Kita tidak akan merujuk dunia fisik material hati ( jantung ).

     

  2. Makna kedua ,Qalb adalah jiwa yang menjadi pokok pembicarakan di dalam tasawuf.Qalb ,hati adalah sesuatu yang imaterial,kehalusan ruhani (lathifah) yang tak berbentuk dan mempunyai hubungan dengan hati fisik material ( jantung ).Hati inilah yang menemukan,mengetahui dan mengenal hakekat diri manusia.Dialah yang berbicara mencela memberi hukuman dan tuntunan.Akal manusia sering bingung dalam memahami hubungan antara hati ruhani dengan hati jasmani ( jantung).karena menghubungkan hati ruhani dengan hati jasmani ( jantung ) sama dengan mengubungkan antara sifat dan yang disifati,menghubungkan orang yang menggunakan sebuah alat dengan alatnya. Atau rumah dengan penghuninya.

    Ada dua maacam hubungan yang dimaksud.Hubungan pertama adalah ilmu mukasyafah atau pengetahuan spiritual.catatan ini adalah untuk membicarakan dan menguraikan ilmu muamalah atau pengetahuan.jadi tidak akan diuraiterlalu jauh

    Hubungan kedua menuntut ilmu tentang rahasia hati.Rasulllah tidak banyak membicarakan tentang rahasia hati dengan demikian kita harus menahan diri untuk tidak membahas terlalu jauh. Selanjutnya jika kajian dalam catatan ini ada istilah qalb atau hati kami maksud adalah kehalusan ruhani .

     
     

AN NAFS – JIWA

 
 

Istilah Nafs juga mempunyai banyak makna ,berasal dari kata arab NAFS mempunyai arti ,ruh jiwa,darah,jasmani pribadi manusia ,hakekat namun yang berkaitan dengan fokus pembahasan ini ada dua makna.

 
 

  1. Makna pertama adalah subtansi pada diri maanusia yang berisikan potensi emosi dan syahwat.makna ini biasa digunakan oleh ahli tasawuf.Karena mereka memaknai jiwa ( nafsu) sebagai sumber yang menghimpun sifat sifat tercela dari manusia.mereka berkata : “memerangi jiwa (nafsu adalah sebuah keharusan “.Makna itu juga disebut oleh nabi Muhammad SAW dalam sabdanya : “Musuhmu yang paling utama adalah nafsumu yang berada diantara dua lambugmu”.

     

  2. Makna kedua adalah kehalusan ruhani,ia adalah manusia dalam arti yang sesunngguhnya, adalah jati diri dan sunstansi manusia.Hujatul islam Imam Gazali (semoga dirahmati ruhnya) membagi an nafs menjadi tiga :
    1. An Nafs Al Amarah

      Anafs yang selalu menyuruh kepada kejahatan ( An nafs Ammarah bi as su’),Jiwa yang tidak mau memerangi hawa nafsu,tetapi selalu tunduk dan patuh kepada syahwat dn ajakan setan inilah yang disebut Allah yang menceriterkan isteri pembesar mesir :

      وما أبدظئُ نفسي انّ النّفسَي لَاَمَّارةُ باِلسُّ ءِِ

      “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan ).karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” ( QS Yusuf 12:53 )

       
       

    Jiwa yang selalu menyuruh kejelekan ini bisa dimasukan kedalam kategori jiwa dalam pengertian yang pertama ( yakni yang kerap digunakan para ahli tasawuf ).

     
     

 

  1. Al Nafs Al Lawwamah

 
 

Ialah nafsu yang meningkat ke tataran yang lebih baik dengan tunduk pada hati nurani yang selalu membisikan kebenaran.namun karena sifat buruknya masih tersisa,ia masih selalu mencela dirinya sendiri atas kelemahan dan kekurangan yang ada.Jiwa belum bisa tenang,namun ia berhasil melawan nafsu syahwat dan memeranginya,nafsu yang demikian dinamakan :Jiwa yang selalu mencela (Nafs Lawwamah).selalu mencela kepada pemiliknya saat lalai beribadah kepada Tuhan:

 ولاأقسم باِلنفسِ اللوّمةِ

 
 

“dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”

.(al Qiyammah75:2).

 
 

  1. Al Nafs al Mutma’innah.

     
     

    Yaitu nafsu yang tenang.Pada tahap ini ia menjadi tenang karena sudah tak lagi berbeda dengan hati nurani.Pada saat itu ia sudah tunduk dan patuh pada aturan yang sebenarnya,sehingga menjadi tenang.Dan ia sudah mengubah sifat sifat buruknya menjadi kerelaan ( ridha ).nafsu ini dapat meredam goncangan goncangan syahwat,maka jiwa seperti ini dinamai jiwa yang tenang (Nafs Muthma’innah )

    Allah berfirman :

     
     

     
     

    يا أيّتها النّفسُ المُطمئِنّةُ اِرجعي الي ربّك راضيةً مرضيةً

     
     

    “Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridlaiNYA”. (QS Al fajr 75:2).

     
     

Al Hafi Mengatakan bahwa nafs pada hakekatnya adalah Ruh,namun keduanya berbeda,kalau Ruh sesuatu yang ada pada manusia dengan hal hal positif,sedangkan Nafs adalah Ruh yang sedang dalam suasa negatif,seperti marah kecewa resah dll.Dengan demikian merutnya Nafs itu ruh atau jiwa manusia itu sendiri.

 
 

Al AQL- Akal

 
 

Akal juga mempunyai banyak makna,namun yang berkaitan dengan fokus pembahasan kami adalah dua makna berikut

 
 

  1. Makna pertama,pengetahuan tentang hakekat berbagai perkara.Dalam pengertian ini,akal adalah sifat mengetahui yang tempatnya berada dalam otak.makna kedua adalah:
  2. Setiap yang ber ilmu pasti memiliki pengetahuuan (ilmu)di dalam hatinya,Ilmu itu merupakan sesuatu yang berdiri sendiri.Ilmu adalah sifat melekat pada orang yang ber ilmu.sekalipun demikian sifat adalah sesuatu yang berbeda dengan yang disifati.Terkadang akal juga dimaknai sebagai sifat orang yang berilmu.terkadang juga dimaknai sebagai sebagai tempat pengetahuan ( otak).

     Dengan demikian Ruh ,Hati, jiwa, Nafsu memiliki dua makna : masinng masing berturut turut;Nyawa dan kehalusan Ruhani,Jantung dan kehalusan ruhani,Nafsu dan kehalusan ruhani,serta pengetahuan dan kehalusan ruhani,artinya dari semua arti ada satu makna yang sama ,”kehalusan ruhani”.Adanya perbedaan nama semata mata disebabkan karena perbedaan sifat yang melekat pada ruh manusia.JIKA SAHWAT MENDOMINASI RUH MAKA DINAMAKAN “NAFSU” jika RUH MENDOMINASI NAFSU DINAMAKAN :”AKAL”, JIKA AKAL MAMPU MEWUJUDKAN NILAI KEIMANAN DINAMAKAN : “HATI” .DAN JIKA HATI MENGENAL ALLAH DENGAN SEBENAR BENARNYA LALU IA MEMPERSEMBAHKAN PENGHAMBAAN YANG MURNI KEPADANYA , MAKA IA DINAMAI :”RUH” ( wa Allahu a’lam ).