sunday, January 11, 2015

5:44 AM

Banyak orang menghubungkan antara tasawuf dengan hal hal mistis dan misterius.Mereka menganggap tasawuf penuh dengan rahasia.Merekapun membesar besarkan perkara ini dan menciptakan khayalan khayalan,hingga tasawuf menjadi sebutan untuk sesuatu yang tidak bisa dimengerti oleh akal.menjadikan tasawuf sebagai sesuatu yang hanya berlaku bagi segolongan manusia saja.Padahal dasar dasar dan ajaran tasawuf menjadi tuntunan seutuh manusia.Sebagai akibat tidak sedikit hamba Allah mengalami kebingungan, kawatir,takut dan tidak tahu langkah awal apa yang hendak ditempuh.

 Tasawuf adalah ilmu yang dibutuhkan oleh seluruh manusia dan bisa ditempuh oleh seluruh manusia.terkadang sebagian dari yang mmenempuh perjalanan menuju Allah sangat tajam dalam memahami nash.Mereka mampu memahami nash nash al quran dan as sunah dengan pemahaman yang benar dan mendalam yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain,Ini semua tidak masalah sepanjang pemahaman itu tidak salah dan tidak bertentangan dengan nash dan ijma’.Hanya saja kiita melihat banyak diantara ucapaan kaum sufi yang bertentangan dengan nash dan ijma’.Lalu mereka berkata dihadapan umat bahwa itulah tasawuf yag benar dan siapa yang tidak sependapat dengan mereka maka telah sesat.

Kepada mereka Syeikh Sa’id Hawa ( semoga ruhnya dirahmati Allah) berkata:Allah telah membuat batasan batasan dan telah menurunkan syariat dan nash nash al quran.Perkara perkara inilah yang bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil.Perkara perkara inilah yang menjadi hakim dan pedoman.Apa dan siapapun yang menentangnya dinyatakan sesat danb bohong.

Pilar Pilar Perjalan Menuju Allah

Syeikh Sa’id Hawa menyebutkan dalam kitabnya “Tarbyatuna Aruhiyah ” : ada dua pilar pokok (rukun) yang mustahil diabaikan dalam perjalanan menuju Allah Yaitu : ILMU DAN ZIKIR.Ilmulah yang bisa menerangkan jalan dan zikirlah yang menjadi bekal perjalanan dan alat meningkatkan kematangan ruhiyah.Nabi brsabda : “Dunia ini dikutuk dan apa yang ada di dalamnnya dikutuk kecuali zikrullah dan apa yang mengikutinya atau orang berilmu dan orang yang belajar ilmu ( HR IBN MAJAH ) hadits derajad sahih.

Ilmu dibutuhkan agar mengetahui perintah perintah Tuhan dan sekaligus mengetahui hikmahnya sehingga kita bisa melaksanakan perintah dan mengejawantahkan hikmah.Kita sangat membutuhkan zikir supaya Allah menyertai kita dalam menempuh perjalanan menuju Allah.Didalam hadist qudsi Allah berfirman :”Aku selalu bersamanya jika ia berzikir kepadaKU.(HR BUKHARI MUSLIM ).

 Dalam prakteknya ada dua jenis manusia dalam menempuh perjalanan menuju Allah;ada yang dominan aspek zikirnya, namun masih giat mencari ilmu.Ada pula yang lebih domiinan aspek ilmunya namun masih giat melakukan zikir.masing masinng dari keduanya pada akhirnya akan sampai kepada Allah ‘Azza jalla dengan iziiNYA.Ilmu yang dimaksud adalah ilmu tentang alquran dan as sunnah serta semua yang dibutuhkan oleh manusia untuk bertaqarrub kepada Allah.Sedang zikir yang dimaksud adalah zikir yang bersumber kepada nabi dan dianjurkan olehnya yang masuk dalam kandungan perintah Allah dan rosulNYA.

Jadi manusia terbagi menjadi dua jenis dalam menempuh perljalanan menuju Allah;ada yang kecintaannya terhadap ilmu sangat besar dan kemampuanya untuk memperoleh ilmu cukup baik.ada yang kemampuan nya memperoleh ilmu terbatas namun kuat dalam beribadah,melakukan amal saleh dan berzikir kepada Allah.Jalan yang harus ditempuh oleh manusia jenis pertama; adalah mencari ilmu namun harus melakukan zikir sedang manusia jenis kedua,memperbanyak zikir sambil mencari terus mencari ilmu

Syeikh sa’id Hawwa menguutip syair Ibnu al Banna as Saqithi dalam sa’irnya berkata :

 Kaum sufi dalam masalah ini terbagi dua golongan

Dan Hukum untuk merekapun terbagi dua

Golongan pertama; golongan yang tarekatnya didasarkan

Pada aqidah dan niat yang baik belaka

Hal ini mengharuskan adanya ilmu dan tata cara yang baik dalam menghadapkan diri kepada Allah.

Mereka berkata,

Jiwa laksana cermin

Ia dibentuk perilaku masa lalu dan masadepan

Artinya ia akan dibentuk oleh ketetapan pada saat ruh pertama kali tecipta yaitu mengenal Allah,menyembah Allah,dan patuh kepadaNYA,baik dimasa lalu sekarang dan masa akan datang,hal yang dapat memalingkan Ruh dari kondisi asalnya(mengenal Allah dan setia menyembahNYA) adalah kelalainya atau kekaratan hati yang bertumpuk tumpuk akibat dosa dan maksiat.Kalau memang demikian maka obatnya adalah menghilangkan karat dengan cara menghadapkan diri kepada Allah yakni dengan berzikir kepadaNYA.

Air di mataair telah kering

Ia bisa kembali jika digali ulang

Maksudnya;asal kesucian ruh telah hilang.Ia bisa munncul kembali dengan menggalinya melalui zikir.Perjalanan menuju Allah dengan cara ini dinamakan THARIQ al Isyraq (metoda penyinaran).Ibnu ‘Ajibah menamakan Thariq al Jala wa a Tashfiyah (metoda pencerahan dan penjernihan),karena didasarkan pada penjernihan hati dan batin dengan mengosongkan diri dari berbagai kotoran dan menghiasinya dengan berbagai keutamakan.

Golongan kedua berkata;

Ilmu dari luar diri

Lebih utama untuk dicari

Ini dalah tarekat yang fondasi dasarnya adalah ILMU,namun harus pula disertai ZIKIR.menurut Saykh Hawwa kesucian ruh itu tidak akan tercapai kecuali dengan ilmu dan zikir.Setelah manusia mengambil ilmu sebagai dasar perjalanannya,ia akan dengan mudah tenggelam kedalam zikir dan ibadah secara total.Tarekat seperti ini AKAN SELALU LESTARI.

 Mereka mensyaratkan ilmu dalam tarekatnya

Karena sebuah pintu membutuhkan kuncinya

Jadi ilmu adalah kunci untuk sampai kepada ALLAH ‘Azza wa Jalla.Namun ilmu seperti apa yang dimaksud?

Seseorang tidak boleh banyak berharap

Selama belum memliki empat ilmu mujarab

Kempat ilmu itu,disertai dengan zikir,adalah syarat untuk sampai kepda Allah.Lalu al Banna as Syarqithi menyebutkan keempat ilmu itu :

Ilmu tentang zat ALLAH,sifat sifat dan asma asmaNYA

Ilmu fiqih,hadits dan tentang kondisi kondisi ruhiyah

Ditambahkan pula ilmu al Quran dan pengetahuan tentang hal hal yang dapat memperdayai dan mengelabui jiwa dan ilmu ilmu yang sejalan dengan itu.

Inilah perjalanan yang didasarkan pada dalil

Setiap orang bijak,pasti sadar akan hal batil

Jadi masing masing kedua tarekat itu haruslah dibekal ilmu dan amal.Langkah pertama amal adalah ZIKIR.Hanya saja,pada tarekat yang mengedepankan ilmu baginya ilmu lah tahapan pertama karena ia sangat berkaitan dengan amal sedangkan zikir menempati tahapan kedua.Adapun tarekat yang lebih mengedepankan ZIKIR ,maka baginya ZIKIR adalah tahapan pertama,sedangkan ilmu menempati tahapan kedua.Pada kedua tarekat ini mutlak diperlukan ILMU dan AMAL.Ibnu al Banna berkata :

Karena tarekat itu harus dengan ilmu,kemudian amal

Setelah itu,berbagai pengabdian yang dicita citakan.

 ( wa Allahu a’lam ……..)

[ saduran bebas :”Tarbiyatuna Ar ruhiyah “: syeikh Said Hawwa]